300 Developer Hadiri GDG DevFest Jakarta di Universitas Trisakti

devfest-jakarta

300 Developer Hadiri GDG DevFest Jakarta di Universitas Trisakti – GDG DevFest tahun ini kembali diadakan dengan mengusung tema “Beyond The Hack”, secara spesifik kali ini DevFest tahun ini membahas tentang teknologi, kesempatan, dan generasi selanjutnya dari pengguna mobilefirst.

GDG Indonesia dan GDG Jakarta mengadakan DevFest di Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2016 yang lalu. Dihadiri kurang lebih 300 peserta, DevFest Jakarta kali ini diisi oleh beberapa Google Developer Expert, founder Startup, bahkan Developer Advocate Google Cloud Platform juga ikut hadir mengisi acara ini.

Sebelum acara utama yaitu conference, DevFest juga mengadakan codelabs atau workshop terlebih dahulu. Codelabs yang belangsung selama 3 jam, mulai dari jam 9 pagi sampai 12 siang diisi oleh pemateri Aldo Kelvianto. Beliau sendiri merupakan software engineer di Ice House.

Acara utama akhirnya dimulai,  diawali dengan pembukaan oleh perwakilan dai Universitas Trisakti. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari GDG Manajer Jakarta, Putri Izzati.

Kemudian masuk pada inti utama acara dimulai dengan diskusi panel mengenai bagaimana masa depan mobile. Sesi diskusi panel ini diisi oleh Stanislaus, Co-founder Sale Stock, Ronald Ishak (CEO Hacktiv8) dan dimoderatori oleh Wiku Baskoro, Editor in Chief Lifestyle, DailySocial.id.

GDG DevFest 2016 Jakarta
Panel Discussion: Next Generation of Mobile

Co-founder Sale Stock mengungkapkan mereka sedang mengembangkan AI yang bisa mengerti bahasa alai, karena kebanyakan pelanggan, yang mereka sebut “sista” lebih senang menggunakan bahasa alai seperti “bs byr d t4 g? “ (bisa bayar di tempat gak). Salestock lebih menargetkan konsumen untuk kelas menengah kebawah.

Sementara CEO Hacktiv8, Ronald Ishak menjelaskan bahwa mereka fokus untuk menelurkan developerdeveloper baru. Program mereka yakni bagaimana mereka dapat melatih developer baru hanya dalam waktu 12 minggu. Ronald juga menjelaskan, yang paling penting dalam dunia edukasi adalah trust, untuk itu hacktiv8 menyediakan fitur live chat agar bisa berinteraksi langsung dengan customer.

Acara dilanjutkan dengan sesi berikutnya mengenai Google Cloud Platform oleh Robert Kubis, Developer Advocate Google platform menjelaskan tentang data processing. Sebelumnya beliau memberi pilihan materi antara machine learning atau data processing, peserta lebih memilih data processing berdasarkan teriakan terbanyak. Sesi inipun dilanjutkan berdasarkan materi yang dipilih peserta yaitu data processing.

GDG DevFest 2016 Jakarta
Robert Kubis (Developer Advocate Google Cloud Platform)

Pada sesi selanjutnya dilanjutkan kembali dengan sesi talkshow atau diskusi panel yang berjudul Fireside Chat: Building World Class App. Sesi ini diisi oleh Co-founder PicMix, Sandy Colondam dan dimoderatori oleh Mahmud Omar Saladin atau yang biasa dipanggil dengan Amu, beliau sendiri merupakan Community Manager, Developer Relation, Google Indonesia.

GDG DevFest 2016 Jakarta
Talkshow – Fireside Chat: Building World Class App

Cofounder Picmix berbagi pengalaman dengan menjelaskan bahwa aplikasi mereka banyak menggunakan material desain. Sebelumnya mereka pertama kali membuat Picmix untuk platform Blackberry, sampai-sampai mereka dijuluki instagramnya blackberry karena instagram sendiri tidak tersedia di Blackberry Store. Beliau mengatakan sejak menggunakan material desain, terjadi peningkatan user yang cukup signifikan. Dan beliau juga menjelaskan bagaimana agar pengguna tetap loyal, yakni dengan cara mengadakan aktifitas. Seperti kompetisi yang rutin dilakukan oleh Picmix terhadap komunitasnya. Picmix juga selalu berinovasi membuat fitur baru yakni dengan mendengarkan permintaan dari pengguna, dan melihat fitur apa saja yang mereka inginkan.

PicMix juga merupakan satu-satunya aplikasi Indonesia yabg di fitur oleh Google Android Story, karena PicMix berhasil menembus pasar global, dengan global user lebih kurang sekitar 63%. Dan faktor lain Google memilih mereka yakni karena kualitas aplikasi mereka yang dapat menerapkan material desain dengan baik.

Sebelum memulai sesi yang lebih serius, peserta break terlebih dahulu. Setelah break sesi berikutnya diisi oleh Ibnu Sina, beliau merupakan Google Developer Expert dibidang Android. Pada sesi ini beliau menjelaskan mengenai firebase, penjelasan bagaimana kemudahan mengintegrasikan layanan firebase untuk aplikasi Android.

GDG DevFest 2016 Jakarta
Ibnu Sina Wardy (Google Developer Expert in Android)

Dan pada sesi terakhir ini diisi oleh Borrys Hasian, beliau merupakan Google Expert dibidang UI dan UX. Pada sesi ini beliau menjelaskan bagaimana desain yang simpel memiliki nilai lebih. Dia menegaskan mulailah membuat aplikasi berdasarkan fungsinya. Jangan membuat aplikasi yang hanya berdasarkan fitur, karena hal tersebut tidak efektif.

GDG DevFest 2016 Jakarta
Borrys Hasian (Google Expert in UX/UI)

Dia juga memberikan 10 tips bagaimana cara membuat membuat aplikasi yang adiktif. Hingga dipenghujung acara pun peserta masih antusias mengikuti sesi ini.

Foto oleh GDG Jakarta

Dilihat 558 kali

Related Posts

About The Author

Bergelut dibidang teknologi, sebagai Quality Assurance dan juga seorang Hardcore Gamer