Apapun Latar Belakang Kamu, Siapa Saja Bisa Menjadi Developer Android

Indonesia Android Kejar Batch 2 Featured Image

Apapun Latar Belakang Kamu Siapa Saja Bisa Menjadi Developer Android – Tidak peduli apa latar berlakang kamu, apakah sarjana sistem informasi, teknologi informasi, fisika, SMK, atau bahkan SMA. Siapa saja bisa belajar Android. Dibuktikan 6 orang berikut yang diundang menjadi pembicara di Talkshow Awarding Indonesia Kejar di gedung Perpustakaan Pusat UGM pada hari Sabtu 17 Desember yang lalu. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Pada talkshow pertama yang dimoderatori oleh Anna Erdiawan, CEO Chromplex. Para 3 fasilitator yang memiliki latar belakang berbeda ini bercerita bagaimana mereka memilih menjadi developer Android dan kenapa mereka bersedia meluangkan waktunya menjadi fasilitator Indonesia Android Kejar.

Anna Erdiawan, Nur Rohman, Ahmad Rosid, Atiatul Maula (Kiri ke kanan, credit: GDG)

Yang pertama ialah Nur Rohman, ia merupakan product engineer di Gojek yang sebelumnya sempat di dirakit.com. Ia juga aktif di dicoding.com sebagai academy reviewer. Yang tidak biasa, Nur Rohman ini masih berstatus mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga. Bahkan ia fulltime bekerja di Go-Jek. Ia berpendapat bahwa mencari ilmu tidak hanya di kampus saja namun juga diluar. Di Go-Jek ia dapat belajar lebih banyak terutama pengembangan aplikasi Android.

Yang kedua ada Ahmad Rosid yang merupakan alumni dari Pondok Programmer. Saat ini ia aktif memberikan pelatihan dan membantu teman-temannya belajar pemrograman Android. Ia bercita-cita untuk mendirikan sebuah Startup. Sebelumnya Ahmad Rosid sempat bekerja di Startup yang bernama Taxies. Yang perlu kamu ketahui, bahwa Ahmad Rosid memutuskan untuk tidak kuliah. Mungkin, lebih tepatnya ia menunda kuliah. Ia masih memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan. Ia berpendapat untuk menjadi developer yang handal tidak mesti ia harus sarjana informatika. 

Ahmad Rosid mulai belajar Bahasa Pemrograman sejak di Pondok Programer. Selain itu Ahmad Rosid juga aktif membagikan ilmu nya di Medium. Ia kerap membuat tutorial pemrograman Android dalam bahasa Indonesia. Satu hal kendala bagi developer di Indonesia yang baru memulai belajar ialah kurangnya referensi dalam Bahasa Indonesia.

Pembicara yang ketiga dari fasilitator ialah Atiatul Maula. Ia bekerja di PT Inovidea Magna Global yang merupakan developer dari aplikasi foto editing dan colation yaitu PicMix. PicMix beberapa waktu lalu sempat di fitur oleh Google karena aplikasi mereka mampu meraih pasar global. Baru baru ini juga PicMix lolos menjadi peserta Google Launchpad Accelerator Batch 3.

Sejak kuliah di STMIK Amikom Atiatul memang telah belajar bahasa pemrograman Java. Karena Android menggunakan bahasa pemrograman yang sama, Atiatul tertarik untuk belajar pemrograman di Android. Di PicMix, Atiatul merupakan developer perempuan dan satu-satunya disana.

Talkshow Awarding Indonesia Android Kejar - Participant
Nur Hildayanti Utami, Abdurrachman Mappuji, Fahmi Irsyad, Sabika Amalina (Kiri ke kanan, Credit: GDG)

Pada sesi Talkshow kedua yang dimoderatori oleh Nur Hildayanti Utami yang juga merupakan fasilitator di Women Techmaker Indonesia Android Kejar dan Android Developer di Pasienia. Para pembicara pada sesi kedua ini juga memiliki latar belakang berbeda.

Yang pertama ialah Abdurrachman Mappuji, ia merupakan mahasiswa jurusan Fisika UGM. Walaupun dikampus ia diajarkan bahasa pemrograman. Ia tertarik untuk belajar bahasa pemrograman di Android.

Pembicara yang kedua ialah Fahmi Irsyad, ia merupakan siswa di SMK Negeri 1 Banyuwangi. Bisa dibilang ia merupakan participant termuda di Indonesia Android Kejar batch 2. Ia berharap dengan belajar pemrograman Android ia nantinya bisa membuat project untuk membantu sekolahnya.

Pembicara yang ketiga ialah Sabika Amalina, ia merupakan mahasiwa di jurusan ilmu komputer di Universitas Islam Indonesia. Tidak banyak teman-teman Sabika yang ikut Indonesia Android Kejar. Ia memberanikan sendiri untuk ikut IAK. Di IAK ia malah mendapat teman baru-baru, bahkan ia mendapat pengalaman ikut study group di kantor Go-Jek Jogja.

“Saya bisa tahu bagaimana suasana kerja di Go-Jek, suatu saat saya juga akan kerja di perusahaan”, ujar Sabika.

Well, dari kisah diatas bisa ditarik kesimpulan apapun latar belakang kamu, kamu bisa belajar bahasa pemrograman Android. Potensi untuk menjadi developer Android masih terbuka lebar, apalagi 85 persen lebih smartphone di dunia menggunakan sistem operasi Android. Itu membuktikan potensi pasar yang sangat luas. Selain itu di Asia Tenggara penetrasi pengguna internet adalah yang paling besar pertumbuhannya, tidak terkecuali Indonesia. Bahkan ada pengguna yang pertama kali mengakses internet melalui perangkat smartphone.

Indonesia Android Kejar Batch 3 mungkin akan diadakan tahun depan. Kurikulum yang didasarkan pada Indonesia Android Kejar bersumber dari Udacity. So, kamu bisa mulai terlebih dahulu. Ketika Indonesia Android Kejar Batch 3 sudah dibuka kamu bisa mendaftar sebagai peserta atau menjadi fasilitator untuk membantu teman-teman kamu yang lain. Tetap stay tuned di Chromplex untuk informasi Indonesia Android Batch 3.

Dilihat 805 kali

Related Posts

About The Author

Game dan app reviewer, kontributor nyeleneh yang kadang juga nulis.