Cyanogen PHK 20 Persen Karyawannya dan Fokus Mengembangkan Aplikasi

cyanogen_2016

Cyanogen PHK 20 Persen Karyawannya dan Fokus Mengembangkan Aplikasi – Cyanogan telah bekerja keras selama beberapa tahun menghadirkan versi alternatif ROM Android. Masih jelas dalam ingatan ROM CyanogenMod menjadi OS Android pilihan dengan fitur mumpuni daripada OS Android yang dihadirkan oleh vendor smartphone karena keterbatasannya.

Berkat kepopulerannya Cyanogen menjadi kini menjelma menjadi sebuah perusahaan, bahkan Microsoft ikut berinvestasi disana. Seiring penjalanannya Cyanogen berusaha mengurangi ketergantungannya dengan Google. Mengganti beberapa aplikasi bawaan yang seharusnya menjadi tak terpisahkan dari OS Android.

Cyanogan bahkan bekerja sama dengan vendor ponsel seperti OnePlus untuk dijadikan OS default untuk smartphone keluarannya. Namun sepertinya usaha Cyanogen sampai saat ini tidak berjalan mulus sepenuhnya. Cyanogen mulai kehilangan dukungan dari OnePlus.

Menurus laporan dari Android Police dan Recode, saat ini perusahaan dengan memberlakukan PHP besar besaran untuk karyawannya. Kabarnya Steve Kondik co-founder Cyanogen sendiri yang memimpin untuk mengurangi 20 persen karyawannya, yaitu sekitar 30 orang karyawan dari total 136 orang. Karyawan yang di PHK tersebut kabarnya yang berkerja di bagian proyek open source yang mengerjakan ROM gratis.

Kabar lainnya bahwa perusahaan juga akan melakukan pivot atau perubahan dengan fokus mengembangkan aplikasi. Dari kedengarannya mereka berupaya untuk fokus menguangkan atau monetize platform aplikasi Cyanogen MOD yang baru-baru ini diumumkan.

Menurut Recode, fokus baru ini akan dipimpin oleh COO yang baru diangkat yaitu Lior Tal yang sebelumnya bekerja di Facebook. Mengenai kelanjutan ROM gratis Cyanogen, sepertinya akan dilanjutkan oleh komunitas karena kurangnya staf di Cyanogen.

Berita ini cukup mengejutkan, bagaimana dengan kamu? Apakah ada diantara kamu yang masih menggunakan ROM Cyanogen?

Dilihat 458 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist