Google, Apple dan Uber Janji Tidak Akan Bangun Database Khusus Muslim di AS

larry-page-donald-trump

Google Apple dan Uber Janji Tidak Akan Bangun Database Khusus Muslim di AS – Ribuan karyawan di Silicon Valley berjanji tidak akan pernah membantu pemerintahan Donald Trump untuk membangun database Muslim. Isu untuk membangun database Muslim ini muncul ketika kampanye Donald Trump sebelum akhirnya terpilih untuk menjadi presiden Amerika.

Buzzfeed menanyakan kepada raksasa teknologi secara langsung mengenai sikap para raksasa teknologi seperti Google, Apple dan Uber.

Juru bicara Google mengatakan

Sehubungan dengan apakah kita akan membantu membangun database Muslim, kami belum pernah diminta, tentu saja kita tidak akan melakukan ini dan kami senang dari semua yang telah kita baca, proposal tersebut tampaknya tidak berada diatas meja kami.

Juru bicara Apple mengatakan

Kami pikir orang harus diperlakukan sama tidak penuli bagaimana mereka beribadah, seperti apapun mereka, siapa yang mereka cintai. Kami belum pernah diminta dan kamu akan menentang upaya tersebut.

Sementara Uber dengan tegas mengatakan “tidak”. Oracle juga ditanyai mengenai sikap mereka namun mereka menolak menanggapi isu ini sebagaimana dilansir dari Engadget.

Pada hari kamis yang lalu para CEO di industri teknologi bertemu dengan presiden terpilih Donald Trump di Trump Tower membahas lapangan pekerjaan, pemotongan pajak dan Cina juga masuk dalam pembahasan diantara topik lainnya. Sepertinya memang tidak ada pembahasan mengenai pembuatan database Muslim di Amerika.

Jika hal ini terjadi bukan tidak mungkin dapat digunakan untuk mendikriminasi seseorang berdasarkan keyakinan agama mereka. Seperti yang terjadi pada pemerintahaan Bush yang akhirnya dihentikan pada tahun 2011 karena dinilai tidak adil dan menimbulkan kontroversi yang luas.

Dilihat 325 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist