Google Berencana Memblokir Flash pada Chrome Mulai Akhir Tahun Ini

Flash

Google Berencana Memblokir Flash pada Chrome Mulai Akhir Tahun Ini – Secara perlahan-lahan namun pasti Flash mendekati kematiannya. Sebuah proposal baru dari Google menunjukkan bahwa perusahaan berencana memblokir Flash secara default di Chrome. Ide tersebut akan dumulai pada kuartal 4 tahun ini.

Browser akan menampilkan dan menjalankan konten HTML5 untuk pengalaman interaktif dan video jika tersedia dan akan mengandalkan Flash sebagai pilihan terakhir. Contoh kasusnya, browser akan meminta pengguna (berupa prompt) yang meminta pengguna untuk mengaktifkan Flash.

Dalam proposal tersebut menyatakan bahwa browser hanya akan menjalankan konten Flash secara default untuk 10 website besar yaitu YouTube, Facebook, Yahoo, VKontakte, Live, Yandex, OK,ru, Twitch, Amazon dan Mail,ru. Hal tersebut akan pengguna tidak merasa terganggu dengan prompt yang sering muncul. Kesepuluh website dalam list ini akan berakhir setelah satu tahun. Setelah itu semuanya yang menggunakan Flash akan diblokir seperti yang lainnya.

Perubahan ini tidak sepenuhnya akan menghapus Flash dari Chrome. Flash masih akan tetap bisa digunakan asalkan pengguna harus memberikan izin browser agar dapat menjalankannya. Meskipun begitu, menonaktifkannya secara default dapat melindungi pengguna dari konten yang tidak diinginkan dan berpotensi berbahaya. Tapi dengan cara ini juga akan mendorong lebih banyak developer untuk beralih menggunakan HTML5.

Tentu saja ini masih proposal dan belum dilaksanakan, jadi kita harus menunggu dan melihat apakah Google akan tetap melanjutkan rencananya untuk memblokir Flash.

Pada bulan Februari lalu Google mengumumkan bahwa mereka akan berhenti menerima iklan AdWords yang menggunakan Flash mulai 30 Juni tahun ini. Sedangkan Januari lalu YouTube juga mulai menayangkan video menggunakan pemutar HTML5.

Google tidak sendirian disini, Adobe juga akhir tahun lalu mengumumkan bahwa software pembuat konten Flash milik mereka akan berganti nama menjadi Animate dan memungkinkan untuk mengekspor media interaktif ke HTML5.

Dilihat 237 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist