Apa Saja yang Baru di Google I/O untuk Developer? Berikut Rangkuman dari I/O Extended 2018 Recap Jakarta

google io extended 2018 recap jakarta

Pada hari Rabu yang lalu Google I/O Extended 2018 Recap Jakarta diselenggarakan. Bertempat di kantor pusat Go-Jek event ini dihadiri kurang lebih 200 peserta dari kalangan developer atau pengembang aplikasi dan umum. Google I/O Extended adalah event tahunan yang membahas teknologi baru oleh developer lokal setelah pengumumannya di Amerika Serikat pada tanggal 8 Mei yang lalu.

Tahun ini Google lebih banyak membahas manfaat dari machine learning dan AI yang secara bertahap diterapkan dalam setiap produknya. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, Google juga membuka tools machine learning agar dapat dimanfaatkan oleh developer dan masyarakat luas. Sebagai contoh rumah sakit di India yang menggunakan machine learning untuk mendiagnosa penyakit mata. Kamu bisa membaca 10 pengumuman besar di Google I/O Extended 210 disini.

Kembali pada Google I/O Extended 2018 Recap Jakarta, kali ini membahas mengenai apa saja yang baru dari Android, web, kemudian material design. Google I/O Extended Jakarta dibuka oleh Giovanni Sakti Nugraha selaku perwakilan Go-Jek. Kemudian sambutan dari GDG Jakarta yang diwakili oleh Patrick Nugros. Patrick memperkenalkan GDG yang saat ini ada 8 GDG di Indonesia yaitu GDG Jakarta, GDG Bogor, GDG Depok, GDG Bandung, GDG Surabaya, GDG Semarang, GDG Yogyakarta dan GDG Bali yang baru-baru ini diresmikan. Patrick memberikan bocoran bahwa pada bulan November ini akan ada event Developer Festival atau DevFest yang akan diselenggakaran sekitar bulan November.

GDG Jakarta - Patrick Nugros
Patrick Nugros – GDG Jakarta

Sebelum masuk pada acara utama Patrick Nugros dan Zulwiyoza Putra membagikan pengalaman mereka ketika menghadiri Google I/O 2018 bulan Mei lalu. Putra menjelaskan Google I/O merupakan event besar dengan berbagai event didalamnya seperti GDG dan Community Group Leaders Summit.

Putra dan Patrick - GDG Jakarta
Zulwiyoza Putra (kiri), Patrick Nugros (kanan) – GDG Jakarta

Karena konsep outdoor dan seperti festival di Amphitheater bahwa I/O ini bukan sekedar conference melainkan festival untuk pada developer. Pada Keynote utama teather dipenuhi kurang lebih 8000 developer dari berbagai negara.

Didalamnya terdapat beberapa track dengan dengan 8 tenda dan terdapat 164 sesi yang bisa developer ikuti. Semua yang diumumkan pada Keynote seperti Android P, Android Jetpack, Flutter, developer bisa mencoba langsung codelabs nya disana. Pada akhir acara ada event after hour, party dengan tujuan utama agar developer dapat melakukan networking.

Yang Baru di Android

Pada sesi pertama diisi oleh Andrew Kurniadi, Google Developer Expert Android membawakan materi tentang apa aja yang baru dengan Android. Sebelum masuk ke materi utama Andrew bercerita menariknya menjadi GDE. Ia mengatakan GDE punya kesempatan khusus untuk bisa menghadiri Google I/O bahkan mereka diistimewakan dengan duduk di kursi depan.

Andrew - GDE Android
Andrew Kurniadi – Google Developer Expert Android

Kembali pada materi, Andrew mengatakan ada beberapa hal baru yang diumumkan pada I/O. Namun hal besar yang dimumkan pada keynote ialah Android Jetpack. Andrew menjalaskan Android Jetpack adalah tools-tools yang dikumpulkan untuk mempermudah developer Android. Dahulu developer mungkin harus menulis baris kode yang berulang ulang. Dengan Android Jetpack developer dipermudah tanpa harus menulis kode yang sama berulang ulang. Jadi developer bisa fokus dengan aplikasi seperti business logic nya.

Selain itu ada beberapa hal baru terkait Android seperti

  • Kotlin yang begitu disoroti oleh Google. Menurut survei Google, 95 developer senang menggunakan kotlin.
  • Pembaharuan dari Android Studio yang kini bisa melihat flow dari aplikasi yang kamu kerjakan.
  • Android App Bundle, kini developer bisa memperkecil ukuran APK nya
  • Slices dan Action yang digunakan Google Assistant, developer bisa menggunakan action untuk aplikasinya, jadi pengguna bisa mengakses aplikasi kamu tanpa harus membukanya.
  • Android Things kini sudah melewati versi beta, versi 1.0 ini telah mendukung lebih banyak board.

Yang Baru di Web

Sesi kedua dibawakan oleh Yohan Totting selaku Web Developer Relation Google. Yohan membawakan materi tentang apa saja yang baru di web. Pertama ialah Progressive Web Apps atau PWA dibuat dengan tujuan untuk membawa pengalaman native ke dalam web. Yohan menjelaskan bahwa fokus dari PWA ialah engaging. Bicara tentang engaging, web lebih unggul karena lebih mudah menjangkau pengguna tanpa terbatas platform, cukup dengan mengakses web menggunakan browser. Bahkan pada smart TV pun sekarang juga telah memiliki browser.

Yohan Totting - GDG Jakarta
Yohan Totting, Web Developer Relation Google

PWA pada dasarnya web yang ditingkatkan pengalaman atau experience-nya. Teknologi PWA sekarang bisa digunakan dibanyak browser tidak hanya chrome. Sebagai contoh teknologi agar web bisa diakses offline yaitu service worker. Berbicara mengenai experience (UX) maka yang perlu diperbaiki adalah performance. Bagaimana membuat halaman web lebih cepat diakses di mobile. Yohan mengatakan bahwa jika dalam waktu 3 detik web tidak muncul apa-apa maka pengguna akan pergi. Developer bisa mulai memeriksa performance web nya menggunakan tools Lighthouse yang tersedia di Chrome.

Kemudian yang ada beberapa API baru dari web yang dijelaskan Yohan diantaranya

  • Web assembly, dimana aplikasi yang dibuat dengan bahasa C atau C+ bisa dibawa ke web. Tidak hanya bahasa C kedepannya web assembly akan lebih banyak mendukung banyak bahasa pemrograman.
  • Payment Request API, dimana API ini membantu proses checkout ketika berbelanja di ecommerece. Jadi pengguna tidak perlu mengisi informasi pembayaran disetiap ecommerce yang berbeda
  • VR, web sekarang telah mendukung konten VR. Fitur ini akan bermanfaat untuk ecommerce yang ingin mendemokan produknya seperti website ecommerce yang menjual furniture.

Pada sesi ketiga, merupakan sesi talkshow dengan narasumber Leonika Sari dari Reblood dan Casper Sermsuksan dari Kulina. Pada sesi ini Leonika dan Casper membagikan pengalaman mereka di Google Developer Launchpad dan Blackbox Connect

Leonika Sari dan Chandra - GDG Jakarta
Leonika Sari, CEO Reblood (tengah), Casper Sermsuksan, co-founder Kulina

Yang Baru di Material Design

Josh Adi - GDG Jakarta
Josh Adi T, Google Developer Expert – Product Design

Pada sesi ke empat dibawakan oleh Josh Adi, Josh Adi T, Google Developer Expert Product Design yang membahas tentang Material Theming. Material design saat ini secara bertahap diterapkan di semua produk Google. Ada beberapa update terbaru mengenai material design

  • Update guideline, Josh mengatakan pentingnya membaca guideline yang menjadi panduan antara desainer dan developer.
  • Material Component, update material component yang kini lebih lengkap.
  • Material Theming, update terbesar material design ialah material theming dimana setiap desainer dan developer dapat melakukan kustomisasi. Josh mengatakan banyak desainer atau developer yang mengkritik material design karena terlalu mirip dengan produk Google, sehingga mereka merasa brand mereka tidak memiliki keunikan.
  • Google sekarang memiliki plugin baru untuk Sketch yang diberi nama Material Theme Editor. Dengan plugin ini desainer bisa menggunakan standar material design pada desain mereka.
  • Material Component for Web, jika kamu pernah menggunakan framework CSS Material Design Lite yang mungkin sudah tidak akan mendapatkan update lagi. Josh mengatakan versi selanjutnya dari MDL adalah Material Component for Web.
  • Material Component for Android dan iOS, library material design untuk Android

Sesi kelima dibawakan oleh Wito Chandra, Productions engineer Gojek. Wito membawakan materi tentang Flutter. Flutter merupakan SDK untuk membangun aplikasi cross platform Android dan iOS. Wito menjelaskan bawa SDK ini memiliki widget material design paling lengkap. Untuk mengembangkan aplikasi menggunakan Flutter kamu harus menggunakan bahasa pemrograman Dart. Bahasa pemrograman Dart di kembangkan sendiri oleh Google.

Wito Chandra - GDG Jakarta
Wito Chandra, Product Engineer Go-Jek

Lebih lengkap mengenai Google I/O Extended 2018 Recap Jakarta kamu bisa melihatnya pada video dibawah ini

Dilihat 490 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist