Google Project Loon Akan Mengudara di Langit Indonesia Pada Awal Tahun 2016

project loon indonesia

Google Project Loon Akan Mengudara di Langit Indonesia Pada Awal Tahun 2016  Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo dan beberapa menterinya mengunjungi Amerika Serikat untuk meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, terutama dibidang investasi dan perdagangan juga di bidang ekonomi digital dan ekonomi kreatif. Pemerintah juga mengajak beberapa teknopreneur dari Indonesia seperti William Tanuwijaya yang merupakan pendiri Tokopedia, Nadiem Makarim, Ferry Unardi, Andrew Darwis, dan Emirsyah Satar.

Dalam kunjungannya Bapak Presiden dan beberapa menterinya akan mengunjungi Silicon Valley untuk menjalin kerja sama ekonomi digital dan kreatif dengan beberapa perusahaan teknologi seperti Microsoft, Apple, Google dan Facebook. Namun Presiden Joko Widodo tidak dapat ke Silicon Valley karena harus kembali ke Indonesia untuk menangani masalah asap. Sehingga yang akan berkunjung ke Silicon Valley adalah Menkominfo Bapak Rudiantara dengan Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf juga beberapa teknopreneur dari Indonesia.

Bapak Menkonminfo Rudiantara dalam kunjungannya ke markas Google Lab X di Mountain View, California, Amerika Serikat memperoleh kesepakatan untuk menguji coba Project Loon atau proyek internet balon udara di Indonesia pada awal tahun 2016. Dilaporkan oleh DetikINET bahwa balon internet Google atau yang dikenal sebagai proyek Loon dipastikan bakal mengangkasa di langit Indonesia. Google menggandeng tiga operator untuk memuluskan proyek ini, yaitu Telkomsel, XL Axiata dan Indosat.  Peresmian kesepakatan ini dilakukan Rabu (28/10/2015) di Lab X, markas Google di Mountain View, California, AS yang dikenal sebagai laboratorium rahasia yang dikomandoi pendiri Google Sergey Brin.

Brin menghadiri acara tersebut bersama CEO Telkomsel Ririek Adriansyah, CEO XL Axiata Dian Siswarini serta CEO Indosat Alexander Rusli. Tak lupa, pada acara yang berlangsung di halaman belakang Lab X tersebut dipamerkan pula balon Loon yang tengah mengembang.

project loon indonesia

Indonesia merupakan negera keempat dengan jumlah penduduk terbanyak didunia. Namun tidak semua masyarakat dapat menikmati internet karena masalah infrastruktur yang belum merata dikarenakan geografis Indonesia. Dengan adanya kerjasama ini memungkinkan daerah yang tidak terjangkau internet mendapatkan akses internet melalui balon udara.

Google sendiri menyambut kerjasama ini dengan suka cita. Terlebih Indonesia dikenal negara luas dengan populasi penduduk lebih dari 200 juta jiwa. “Sesekali berada di jangkauan komunikasi adalah hal baik, tapi bagi mereka yang tak terjangkau komunikasi setiap hari tentu akan menjadi kekurangan,” ujar Sergey Brin dalam keterangannya kepada DetikInet,

Dikutip dalam blog resmi Google Asia Pasifik Google mengatakan “Dalam waktu beberapa tahun ke depan, kami berharap Project Loon dapat bermitra dengan penyedia lokal untuk membangun koneksi Internet berkecepatan tinggi berbasis LTE agar dapat menghubungkan lebih dari 100 juta penduduk yang belum terhubungi-kecepatan ini baik untuk situs-web, menonton video, dan melakukan pembelian online. Dari Sabang sampai Merauke, banyak dari masyarakat ini tinggal di wilayah tanpa infrastruktur Internet yang sudah ada saat ini, jadi kami berharap Internet bertenaga-balon ini dapat suatu saat nanti membantu mereka agar memiliki akses informasi dan kesempatan yang ada di Internet.”

Baca Juga : Layanan Internet dari Google?

Project Loon sendiri berfungsi sebagai menara telepon seluler terbang dengan jangkauan 40 km. Ia mengangkasa dengan angin stratosferik di ketinggian 20 km atau dua kali pesawat komersial, masing-masing balon memancarkan koneksi internet turun ke permukaan dan bila salah satu balon ini keluar jalur maka balon baru akan menggantikannya. Project Loon pertama kali diuji coba di Selandia Baru, California Central Valley dan daerah Timur Laut Brazil.

Sumber : DetikINET, Google Asia Pacific Blog

Dilihat 169 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist