Growth Hacking Solusi Marketing Murah Untuk Startup Mendapatkan User

GBG Jogjakarta - Growth Hacking

Growth Hacking Solusi Marketing Murah Untuk Startup Mendapatkan User – Google Business Group (GBG) merupakan komunitas para pebisnis profesional dan startup untuk berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi Google untuk kesuksesan sebuah bisnis. Setelah dua tahun vakum GBG Indonesia kini kembali aktif. Dimulai dengan event workshop growth hacking yang diselenggarakan di Jakarta 10 April yang lalu. GBG Indonesia sendiri ada di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta.

Pada hari minggu yang lalu tepatnya 24 April 2016, GBG Jogjakarta mengadakan event yang sama dan dihadiri kurang lebih 30 peserta terdiri dari founder atau perwakilan startup dan pemilik usaha atau bisnis. Diantaranya

  1. C Visual Concept
  2. SiapCetak Inspiration
  3. Dyefa
  4. Barbekos
  5. Ceraproduction.com
  6. Graziee Sport Wear
  7. Pasar cepat
  8. Fitinline.com
  9. Galanggo
  10. Skyshi Digital Indonesia
  11. Kamadeva
  12. Healink group
  13. Humaeera
  14. Buku Ikhwan
  15. Jogjacity.co.id
  16. Makandiantar
  17. Chromplex
  18. Hipwee
  19. Wiki Gunungkidul
  20. Owie Art Of Crochet, Rahayu Beauty n Make Up
  21. Pasienia
  22. Casaidea
  23. Mlinjo
  24. Sabun Herbal Choyog
  25. Wemary
  26. Hadsec
  27. DelivLaundry

Apa itu growth hacking?

Growth hacking adalah teknik marketing yang bertujuan untuk mendapatkan user dengan biaya yang relatif murah dan dilakukan menggunakan pendekatan teknologi. Fadli Wilihandarwo selaku GBG Manager Jogjakarta mengatakan ada perbedaan antara growth hacking dan digital marketing. Growth hacking sendiri tidak membutuhkan dana untuk mengimplementasikannya, perawatan yang mudah juga serba otomatis. Berbeda dengan halnya digital marketing yang membutuhkan biaya misalnya dengan membayar online media, membayar layanan PPC, atau membayar kampanye di social media seperti Facebook.

Growth hacking tentu sangat bermanfaat bagi startup yang masih bootstraping dan tidak memiliki biaya besar untuk marketing. Hanya saja salah satu kekurangan growth hacking adalah penggunaannya yang tidak bisa bertahan lama. Karena itu growth hacking memiliki ratusan teknik yang bisa diterapkan.

Contoh growth hacking

Fadli memberikan contoh bagaimana Facebook pada awalnya mendapatkan user di kampus besar lain. Padahal waktu itu kampus besar lain sudah memiliki jejaring sosial sendiri dan kenapa mereka harus menggunakan jejaring sosial baru. Mark Zurkerberg lebih dulu memperkenalkan Facebook pada kampus-kampus kecil disekitar kampus Harvard, hal ini menciptakan “network effect” yang akhirnya menjadi viral membuat kampus-kampus besar juga ingin memakainya. Cara Mark Zuckerberg ini juga bisa disebut teknik growth hacking.

Aset sebuah startup seperti jejaring sosial ialah banyaknya user yang terdaftar atau ecommerce yang memiliki ribuan merchant yang terdaftar. Bagaimana dengan startup seperti media online. Sarana marketing murah saat ini ialah melalui jejaring sosial. Para startup memanfaatkan media sosial seperti fanpage facebook untuk marketing dan berharap memiliki ribuan follower. Maka ribuan follower menjadi aset penting untuk media marketing. Namun apa yang terjadi jika fanpage tersebut secara sepihak ditutup tentu aset tersebut hilang.

Sosial media tidak bisa diharapkan menjadi media marketing yang dapat bertahan lama. Salah satu caranya adalah dengan membuat mailing list untuk mengoleksi email user. Email yang terdaftar dalam mailing list startup kamu bisa menjadi aset yang berharga karena kita yang memiliki kontrol sepenuhnya. User yang terdaftar pada mailing list akan mendapatkan langganan email yang akan kamu gunakan untuk sarana marketing. Hal ini disebut dengan Drid Campaign.

Selain itu ada banyak sekali teknik growth hacking seperti Powerpoint Coversion Hack yang memanfaatkan website seperti slideshare untuk mempromosikan wbsite, Open Graph Hack yang memanfaatkan jejaring sosial untuk menarik perhatian user, Youtube SERP Hack untuk mempromosikan konten website melalui video, selain itu masih ada lagi seperti Piggyback Hack, Unboxing Hack, Queue Jumper Hack, Timer Hack, Vanity Hack, dan sebagainya.

Selain mendapat pengetahuan mengenai growth hacking, peserta juga belajar bagaimana cara menerapkannya dengan mengikuti kegiatan workshop. Dalam sesi workshop peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk membuat Startup fake. Masing-masing kelompok harus mempraktekkan salah teknik growth hacking yang cocok untuk diterapkan berdasarkan ide dasar Startup fake. Peserta pun antusias mengikuti sampai akhir workshop.

Kegiatan seperti ini akan diadakan rutin oleh GBG setiap bulannya. Jika kamu tertatik belajar mengenai apa saja teknik growth hacking sebaiknya kamu mengikuti workshop yang diadakan oleh GBG di masing-masing kota.

Foto oleh BGB Jogjakarta

Dilihat 474 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist