Malware Terbaru Android Dilaporkan “Hampir Mustahil” untuk Dihapus

android-malware

Malware Terbaru Android Dilaporkan “Hampir Mustahil” untuk Dihapus – Dengan banyaknya jumlah pengguna Android saat ini, menarik para cracker untuk membuat malware. Karena pada dasarnya Android menggunakan kernel Linux dan Linux memiliki keamanan dari hak akses level user-nya. Normalnya hak akses pada Android adalah user, user tidak dapat mengakses sistem secara langsung. Namun ada satu lagi level hak akses tertinggi yaitu root, dengan hak akses root kamu bisa mengubah sistem bahkan menghapusnya. Tidak mudah bagi malware untuk menginfeksi perangkat Android secara langsung, namun cracker punya cara lain yaitu dengan memanfaatkan kelalaian pengguna yang telah melakukan rooting pada perangkat Android-nya.

Menurut Wikipedia, “adware atau perangkat lunak beriklan adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sebuah jenis perangkat lunak mencurigakan (malicious software/malware) yang menginstalasikan dirinya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna dan menampilkan iklan-iklan ketika pengguna berselancar di Internet. Perangkat lunak beriklan adalah salah satu jenis perangkat lunak yang bersifat “stealth” (tidak terlihat) dan seringnya terinstalasi ke dalam sistem ketika pengguna mengunduh perangkat lunak freeware atau shareware dari Internet. Ada banyak adware yang beredar di Internet, dan beberapa adware tersebut memantau kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, dan mengirimkan informasi ini kepada perusahaan marketing sehingga mereka mengirimkan iklan kepada pengguna yang bersangkutan.”

Lookout, perusahaan keamanan mobile berbasis di San Francisco Amerika Serikat telah menemukan jenis baru dari Adware. Adware ini menyerang perangkat Android yang telah di root. Biasanya adware ini menyusup dari berkas APK yang tersebar di internet. Adware ini masuk dari berkas APK yang telah terinfeksi kemudian di install oleh pengguna. Apabila adware ini di install pada perangkat yang telah diroot maka dia akan bercokol sebagai aplikasi sistem. Sehingga akan sulit dihapus secara normal bahkan setelah di reset ke pengaturan pabrik adware ini tidak akan terhapus.

Adware ini adalah versi baru yang lebih canggih, yang cenderung membuat jengkel dengan terus-menerus menodong iklan ke pengguna. Setelah malware memiliki akses root, sebagian besar pengguna mungkin tidak akan tahu mereka telah terinfeksi. Secara efektif adware ini masuk keluarga virus trojan.

Lookout menemukan bahwa adware keluarga trojan ini bersembunyi di dalam aplikasi populer seperti Candy Crush, Google Now, Facebook, NYTimes, Okta, Twitter, WhatsApp, snapchat, dan lebih dari 20.000 aplikasi lain. Aplikasi yang diinstall di Google Play tidak akan mengandung malware karena pengawasan Google yang ketat. Aplikasi yang mengandung adware biasanya diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga.

Lookout melaporkan bahwa perangkat Android yang terinfeksi dari malware ini “hampir mustahil” untuk dihapus, dan satu-satunya solusi bagi sebagian besar pengguna awam akan membeli telepon baru. Adware dengan hak akses semacam ini jelas merupakan resiko keamanan. Adware ini mampu mengekspos perangkat yang terinfeksi ke cracker bahkan melakukan pencurian identitas.

Lookout telah mengidentifikasi tiga bentuk malware dari keluarga trojan: Shuanet, Kemoge (atau “ShiftyBug”), dan GhostPush. Keluarga trojan ini didesain oleh orang yang berbeda tetapi 77% dari kode mereka terlihat sama, artinya tidak ada kerja sama diantara mereaka, tapi setidaknya mereka menyadari satu sama lain. Tingkat infeksi tertinggi berada di negara Amerika Serikat, Jerman, Iran, Rusia, India, Jamaika, Sudan, Brasil, Meksiko, dan termasuk Indonesia.

Laporan dari Lookout ini mungkin terdengar mengerikan. Pada kenyataannya dilapangan, perangkat yang terinfeksi oleh trojan tersebut mungkin cukup rendah. Seperti yang telah disebutkan, aplikasi terinfeksi ini ditemukan di toko aplikasi pihak ketiga, jadi kamu tidak perlu khawatir asalkan tetap menginstall aplikasi melalui toko aplikasi resmi Google yaitu melalui Play Store.

Via AndroidAuthority

Dilihat 576 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist