Recap 11 Pengumuman Penting dari Event Google for Indonesia 2017

Google for Indonesia

Recap 11 Pengumuman Penting dari Event Google for Indonesia 2017 – Perhelatan besar Google untuk Indonesia kembali digelar pada hari kamis 24 Agustus yang lalu. Google for Indonesia adalah event kedua yang diselenggarakan Google. Pada event ini Google mengumumkan berbagai produk dan layanan baru yang relevan untuk pengguna di Indonesia.

Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, mengatakan “Tujuan kami di Google adalah membangun teknologi bukan untuk beberapa orang saja, tetapi untuk semua orang. Kami ingin setiap orang yang terhubung secara online mendapat manfaat sebanyak-banyaknya dari Internet seperti yang saya dan Anda dapatkan. Saat ini kami berupaya melakukan tiga hal utama: memberikan akses Internet yang lebih baik, mempermudah akses informasi yang relevan dan berguna, dan memberikan lebih banyak cara bagi orang Indonesia agar Internet dapat bermanfaat bagi mereka.”

Berikut apa saja yang diumumkan Google pada keynote Google for Indonesia

Google Station

Google Station

Google Station sebelumnya lebih dulu hadir di India pada bulan Januari 2016. Google Station ialah hotspot Wi-FI gratis dengan kecepatan tinggi. Menurut Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen di India telah terpasang 200 titik Google Station. Berkat Google Station tersebut ada 15.000 orang di India untuk pertama kalinya mengenal internet.

Google mengatakan masalah di India dan Indonesia kurang lebih sama. Karena itu Google mencoba memboyong Google Station di Indonesia. Google tidak sendirian disini, mereka juga menggandeng CBN dan FiberStar. CBN dan FiberStar yang akan menyediakan infrastruktur internet-nya, sedangkan Google yang akan menyediakan dukungan perangkat lunaknya.

Google menjanjikan akan memulai proses pemasangan Wi-Fi Google Station pada tahun ini. Dimulai di Jawa dan Bali.

YouTube Go

YouTube Go

YouTube Go lebih dulu hadir dan diuji coba di negera India dan Nigeria. Di India sendiri telah dilucurkan 6 bulan lalu. Menurut Google, YouTube Go terinspirasi dari fitur YouTube Offline yang lebih dulu hadir pada tahun 2014.

Namun YouTube Go lebih dikembangkan untuk negera berkembang dengan berbagai permasalahannya seperti kuota data yang masih cukup mahal dan masyarakatnya yang begitu social.

Keunggulan YouTube Go, pengguna tidak hanya bisa menyimpan video untuk di tonton secara offline. Pengguna juga dapat memantau penggunaan data yang digunakan untuk streaming dan video yang di download. Untuk lama penyimpanan sendiri Google mengatakan video hanya dapat disimpan selama 48 jam saja.

Menariknya dengan YouTube Go, pengguna bisa membagikan video yang tersimpan secara offline kepada teman melalui aplikasi yang sama. Transfer datanya cukup melalui bluetooth atau jaringan Wi-Fi. Sayangnya aplikasi ini belum tersedia secara publik di Play Store. Jika pengguna ingin mencobanya harus mendaftar di https://youtubego.com/intl/id/signup/. YouTube Global Emerging Markets Product Marketing Manager, Zuber Mohammed mengatakan kenapa aplikasi YouTube Go belum tersedia secara publik karena masih ingin mendapatkan feedback dari penggunanya.

Google Assistant dalam Bahasa Indonesia

Google Assistant Bahasa Indonesia

Pada Google for Indonesia tahun lalu, Tamar Yehoshua, Vice President, Product Management in Google Search sempat mengatakan bahwa Google Assistant akan tersedia dalam Bahasa Indonesia. Tampaknya Google butuh waktu satu tahun agar Google Assistant tersedia dalam Bahasa Indonesia.

Kamu bisa mencoba Google Assistant dalam Bahasa Indonesia di aplikasi messenger Google Allo yang tersedia untuk iOS dan Android

Informasi Kesehatan di Google Search

Informasi Kesehatan Google Search

Gejala-gejala kesehatan adalah hal yang paling sering orang cari di mesin pencari Google. Google kini menyempurnakan penelusuran terkait kesehatan. Bermitra dengan jaringan rumah sakit Mitra Keluarga, Google search dapat memberikan informasi terkeit gejala umum mengenai gangguan kesehatan dan cara perwatannya. Jadi pengguna mendapatkan informasi mengenai kesehatan dari sumber yang jelas bukan dari blog abal-abal.

Google mengatakan penelusuran di mesin pencarinya kini dapat menampilkan 700 jenis gangguan kesehatan paling lazim yang tentunya dalam Bahasa Indonesia.

Fitur Shortcut dan Feed di Google App

Shortcut and Feed in Google App

Selain informasi untuk Google Search yang semakin disempurnakan Google juga memperbaiki aplikasi Google App-nya. Kini pada Google App terdapat shortcut yang cukup ditap untuk menjelajahi topik pilihan pengguna dengan lebih detil seperti restoran, jadwal tayang bioskop, navigasi ke tempat tertentu.

Fitur feed pada Google App memungkinkan pengguna untuk menemukan konten berita yang relevan seperti topik yang sedang ngetren dan disukai pengguna. Hal ini berkat teknologi machine learning yang digunakan Google.

Fitur Plat Nomor Ganjil Genap dan Perekam Suara di Waze

Waze Ganjil Genap

Waze merupakan aplikasi navigasi yang kini sudah dimiliki oleh Google. Khusus untuk pengguna di Indonesia mengenai peraturan jalur ganjil genap dibeberapa ruas jalan di Jakarta, kini Waze memiliki fitur untuk mengenali jalur ganjil atau genap. Cukup dengan dua digit angka plat nomor ke dalam aplikasi Waze.

Waze juga menambahkan dua fitur baru lainnya seperi fitur voice promt dan integrasi dengan Spotify. Fitur voice promt ialah fitur navigator yang kini sudah berbahasa Indonesia. Pengguna bisa memilih tiga pilihan suara Bahasa Indonesia yakni Dian, Septi dan Alva. Pengguna juga bisa merekam suara mereka sendiri sebagai suara navigator. Selain itu pengguna bisa merekam suara mereka sendiri sebagai suara navigator.

Sedangkan fitur integrasi dengan Spotify, Waze nantinya dapat memberikan rekomendasi musik playlist khusus di perjalanan.

Program Pelatihan Developer Mobile dan Dukungan Google untuk UKM

Indonesia Android Kejar

Indonesia Android kejar

Mungkin kamu masih ingat ketika presiden Joko Widodo bertandang ke kantor Google di Mountain View tahun lalu. Hasil kunjungan tersebut Google berkomitmen untuk melatih 100 ribu developer mobile hingga 2020. Kini Google telah melatih kurang lebih 25 ribu developer Android melalui kursus online dan workshop Indonesia Android Kejar di enam kota di Indonesia.

Selain itu Google telah melatih lebih daro 100 fakultas di 80 universitas di Indonesia. Google berencana untuk membuka mata kuliah Dasar-Dasar Developer Android pada tahun depan.

Sementara dukungan Google untuk UKM di Indonesia ialah

Primer

Primer

Aplikasi Primer sebelumnya sudah diluncurkan Google pada bulan oktober tahun 2014. Primer sendiri merupakan aplikasi gratis untuk membantu pengusaha memulai, membangun dan mengembangkan bisnis mereka. Namun pada event Google for Indonesia kemarin Google merilis kembali di Indonesia dengan 24 pelajaran yang telah berbahasa Indonesia.

Beberapa lesson atau pelajarannya ialah cara-cara bagaimana membuka usaha dan menjual barang/jasa secara online, memasarkannya secara digital. Keunggulan dari aplikasi ini ialah dapat digunakan secara offline.

Gapura Digital

Gapura digital adalah program Google untuk membuat usaha kecil atau UKM menjadi bisnis online. Program ini akan dijalankan 3 bulan pertama di 8 kota di Indonesia. Google mengatakan bahwa lebih dari 6500 orang telah mendaftar dan ikut dalam kelas yang diadakan Gapura Digital.

Womenwill

Womenwill juga merupakan program Google untuk pengusaha namun bedanya program ini untuk memberdayakan pengusaha wanita. Google mengatakan telah mengumpulkan kurang lebih 7 ribu wanita di 5 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Denpasar.

Project Smart School Online dari Google.org

Google.org ini seperti CSR perusahaan. Google.org memberikan hibah kepada ICT Watch untuk project Smart Schools Online yang akan digunakan untuk melatih 35 ribu siswa, pengajar dan orang tua tentang literasi digital dan keamanan online. ICT Watch sendiri ialah lembaga nonprofit yang mendukung hak asasi manusia​ ​ dan​ ​ kebebasan​ ​ berekspresi​ ​ melalui​ ​ Internet.

0
HeartHeart
0
HahaHaha
0
LoveLove
0
WowWow
0
YayYay
0
SadSad
0
PoopPoop
0
AngryAngry
Voted Thanks!

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist