Rekap 10 Pengumuman Penting pada Keynote Google I/O 2016

Google IO 2016

Rekap 10 Pengumuman Penting pada Keynote Google I/O 2016 – Pada I/O tahun ini Google memperlihatkan bagaimana visi kedepannya. Sundar Pichai mengatakan “Google pertama kali didirikan oleh Sergey dan Larry dengan tujuan membantu pengguna menemukan informasi”. Hal ini jelas memperlihatkan bahwa Google ingin kembali fokus ke asalnya membantu pengguna lebih mudah menemukan informasi. Sesuai dengan surat Founder’s Letter yang dipercayakan ditulis oleh Sundar Pichai dan di publish dalam blog Google beberapa waktu lalu bahwa salah satu alasan pendirian perusahaan induk Alphabet adalah untuk meruncingkan fokus bisnis Google.

Salah satu kecanggihan yang ditawarkan Google saat ini adalah machine learning dan artificial intelligence (AI). Dua elemen teknologi ini kurang lebih berfungsi mempelajari manusia, merumuskan pola perilaku manusia, dan bersikap seolah-olah seperti manusia. Akhir-akhir ini Google memasukkan teknologi machine learning ke beberapa produknya seperti YouTube dan Google Photos.

Kemudian apa hubungannya penelusuran dengan teknologi machine learning dan artificial intelligence. Dalam pembukaan Google I/O Pichai sempat mengatakan bahwa 20% query menggunakan voice command atau pencarian menggunakan perintah suara. Artinya 1 dari 5 pengguna suka menggunakan perintah suara dan merasa ingin lebih merasa personal. Dengan ini Google ingin menciptakan penelususan yang lebih pintar seperti asisten. Ketika pengguna ingin meminta atau mencari sesuatu Google segera memberikannya seolah-olah pengguna sedang bercakap-cakap dengan Google. Bahkan Google mampu memprediksi apa yang akan ditanyakan. Dalam hal ini Google menciptakan Google Assistant yang diumumkan pada keynote Google I/O.

Dengan Google Assistant ini akhirnya Google menciptakan produk baru yang disematkan pada Google Home dan aplikasi messenger Allo. Machine learning dan AI memberikan pengalaman lebih ketika menggunakan produk Google.

Pada I/O ini Google juga mengumumkan peningkatan Android N yang masuk ke versi Beta. Android N pun masih belum memiliki nama dan Google meminta pengguna untuk menyumbangkan nama. Serta platform VR mobile yang akan menggunakan OS baru. Kemudian ada aplikasi video call Duo yang bersaing langsung dengan FaceTime milik Apple dan sekarang developer bisa membuat aplikasi mampu dijalankan tanpa harus di install. Berikut 10 pengumuman besar pada keynote Google I/O 2016

Google Punya Plarform VR Baru

Daydream adalah platform VR Google dimasa depan

daydream

Google sekarang punya platform virtual reality mobile yang disebut Daydream dan dibuat untuk Android N. Artinya Daydream ini dibuat tidak untuk bersaing langsung dengan HTC Vive atau Oculus Rift. Namun Daydream ini lebih powerful dibandingkan dengan Cardboard dan merupakan langkah besar mendorong VR di tahap awal. Daydream difokuskan pada pengalaman VR yang lebih baik untuk Android.

Dari kedengarannya, Daydream kurang lebih seperti Android untuk VR. Ini adalah software yang menjadi tulang punggung di dalam Android N (Sederhananya disebut VR Mode). Akan ada home screen dengan aplikasi dimana terlihat mirip seperti home screen pada Samsung Gear VR dan Google rupanya telah membuat aplikasi khusus VR sndiri seperti YouTube, StreetView, Google Play Store, Play Movie, Google Photos. Aplikasi pihak ketiga lain seperti The New York Times, HBO, Netflix, Ubisoft dan Electronics Arts sedang dikembangkan untuk Daydream.

Keterbatasan terbesar bagi Daydream sepertinya hanya akan bekerja pada ponsel baru yang memiliki sensor dan layar khusus dan sepertinya produsen ponsel seperti Samsung, LG, HTC dan yang lainnya telah siap dengan hal ini. Google mengatakan bahwa ponsel yang mendukung Daydream kan tersedia musim gugur ini. Google juga merilis referensi desain untuk headset sebagai cara mendorong produsen ponsel mendukung platform ini.

Google Membuat Headset VR

Android VR Headset

Salah satu rumor yang muncul sebelum konferensi Google I/O adalah Google akan merilis perangkat headset Android VR tersendiri dan lebih terjangkau dibandingkan HTC Vive atau Oculus Rift.

Rumor ini seperti menjadi benar adanya, Google memperlihatkan referensi desain untuk headset VR untuk para partner atau mitra manufakturnya. Google juga memperlihatkan kontroler motion dengan touchpad. Yang menarik di sini adalah Google mendekati VR banyak seperti awalnya mendekati Android, karena perusahaan juga mengumumkan inisiatif Daydream, platform VR mobile yang akan dimasukkan ke Android N.

Google Memiliki Dua Aplikasi Messaging Baru

Allo, Aplikasi Messaging yang Smart

Allo

Google membuat aplikasi messaging baru bernama Allo. Yang membuat Allo istimewa adalah disematkannya Google Assistant. Google Assistant sendiri menggunakan teknologi machine learning dan AI. Pengguna dapat menggunakan Google Assistant untuk mencari informasi atau membalas pesan secara otomatis karena AI mampu memprediksi jawaban yang akan digunakan.

Untuk menggunakan Allo mirip seperi Whatsapp dan Telegram pengguna dapat melakukan sign-up dengan nomor telepon mereka, namun bedanya Allo memiliki opsi agar dapat terhubung ke akun Google pengguna. Fitur messaging pada Allo ialah seperti emoji, beberapa custom sticker, kemampuan menggambar foto dan langsung mengirimkannya. Selain itu yang menariknya pengguna dapat memberi penekanan pada pesan tertentu dengan membuat ukuran font menjadi lebih besar atau kecil.

Google juga memberi penekanan aspek privasi pada Allo. Semua pesan di Allo telah dienkripsi. Allo juga memiliki mode incognito, enkripsi pesan end to end, notifikasi private dan fitur pesan yang dapat terhapus otomatis berdasarkan waktu tertentu.

Duo, Aplikasi Pesaing FaceTime

Karena satu aplikasi messaging saja tidak cukup, Google juga mengumumkan aplikasi pendamping Allo. Ini berbeda dengan Allo yang dikhususkan untuk chat. Aplikasi ini dibuat untuk melakukan video call. Persis seperti Apple yang memisahkan iMessage dan FaceTime.

Duo nama aplikasi video call ini. Aplikasi ini sangat sederhana. Ketika aplkasi ini dibuka kamu akan melihat video preview kamu sendiri semacam selfie-cam. Dimana ini sangat penting ketika kamu memilih siapa yang akan kamu call. Duo memiliki fitur yang sangat menarik yang disebut “Tok Tok” memungkinkan orang yang kamu call melihat preview video sebelum mereka menjawabnya.

Duo dibuat hanya untuk perangkat mobile karena terkait dengan nomor telpon pengguna. Mungkin FaceTime lebih unggul disini karena dapat digunakan pada perangkat desktop. Aplikasi Allo dan Duo akan tersedia untuk Android dan iOS pada musim panas ini.

Asisten Digital Dalam Rumah

Google Home

Google juga mengumumkan digital asistant yang bisa digunakan di dalam rumah yang disebut Google Home, sebuah speaker kecil yang selalu mendengar melalui microphone dengan cukup mengatakan “Ok Google”. Google Home ini dapat terintegrasi dengan berbagai layanan. Home memiliki perbedaan yang jelas dengan Amazon Echo. Home akan menjawab pertanyaan dan menjalankan perintah dengan cara yang sama. Teknologinya mengandalkan Google Assistant untuk memahami query.

Perangkatnya berbentuk silinder kecul dengan bagian bawah bulat, dengan shell yang dapat diganti-ganti sesuai dengan lokasi ruangan. Tidak seperti Echo, perangkat ini dirancang untuk dapat digunakan dengan multi perangkat di banyak ruangan. Jadi kamu dapat bertanya dengan satu query dan tidak perlu khawatir tiga perangkat berbeda menjawab semuanya.

Home dibuat dengan standar Chromecast, yang memungkinkan Home dapat teintegrasi dengan perangkat lain seperti speaker TV atau perangkat Nest. Nest sendiri memiliki produk pengatur suhu ruangan, pengatur lampu. Jadi melalui Home pengguna dapat mengatur suhu, menyalakan atau mematikan lampu. Bahkan Home sudah terintegrasi dengan layanan musik seperti Spotify. Google belum membuka API untuk perangkat Home, jadi Home belum bisa berkomunikasi dengan banyak layanan pihak ketiga seperti Echo.

Google Assistant yang lebih Smart

Sundar Pichai memulai I/O dengan memamerkan generasi baru Google Asistant, yang terasa lebih seperti aplikasi chat dari penelusuran berbasis Google Now. Pada acara tersebut, Pichai menunjukkan kemampuan Assistant untuk mengurai konteks dengan menanyakan apa film yang diputar malam ini dengan pertanyaan spesifik bahwa ia ingin membawa anak-anak, dan kemudian Assistant membelikan tiket. Semua tanpa meninggalkan aplikasi, sangat natural dan terasa seperti berbicara dengan manusia. Ya karena Google Assistant dibuat menggunakan teknologi machine learning dan AI.

Google Assistant yang juga membuat Allo dan Google Home memiliki keunggulan. Kamu dapat memulai percakapan dengan @google. Kemudian kamu menanyakan sesuatu misalnya membuat reservasi melalui OpenTable. Kamu juga dapat memanggil Assistant kedalam percakapan. Asistant juga menawarkan kemampuan kemungkinan balasan mengenai apa yang akan teman kamu katakan dalam chat, dimana Google menyebutnya dengan “suggestion chips”. Dengan adanya machine learning Google Assitant dapat mempelajari apa respon selanjutnya berdasarkan bagaimana kamu menulis. Beberapa respon yang disarankan bisa berupa emoji bahkan komentar yang disertai dengan foto.

Android N Masuk Versi Beta

android n

Kita melihat Android N Developer Preview yang dirilis pada bulan Maret, dimana terdapat banyak fitur baru seperi split screen, tampilan notifikasi yang baru, multi window, tombol quick setting dan satu set emoji baru. Pada I/O, Google merilis Android N versi beta, fitur barunya diantaranya kontrol lebih terhadap notifikasi dari aplikasi yang berbeda dan mode picture-in-picture yang baru. Android N mungkin menjadi platform yang lebih baik untuk gaming dengan optimisasi baterai yang lebih baik dan API baru yang disebut Vulcan yang memungkinkan developer dapat langsung mengontrol GPU pada ponsel untuk grafis 3D yang lebih tajam.

Android Wear 2.0 Mendapat Update Besar

Android Wear

Google juga mengumumkan update besar Android Wear sejak dirilis pada tahun 2014. Android Wear versi 2.0 telah di redesain dengan fokus tampilan yang dapat di customisable, fitur fitness dan messaging.

Salah satu update besar pertamanya Android Wear 2.0 tampilannya sekarang dapat di kustom untuk menampilkan informasi dari aplikasi lain. Kedua tools messaging yang baru diantaranya fitur Smart Reply dan mode pengenalan tulisan tangan dan bahkan keyboard touchscreen. Ketiga sekarang aplikasi pada Android Wear 2.0 dapat berjalan sendiri tanpa harus bergantung pada smartphone.

Waze Dibenamkan ke dalam Android Auto

Platform Android Auto juga mendapat sentuhan. Sekarang Google membenamkan Waze ke dalam Android Auto. Praktis penggunanya bakal bisa mendapatkan notifikasi secara real-time kalau-kalau ada kecelakaan yang menghadang di perjalanan.

Ditambah lagi Android Auto kini juga bisa terhubung via WiFi dari ponsel, dimana sebelumnya harus melalui koneksi kabel USB. Android N juga memiliki beberapa fitur back-end baru yang akan mempermudah automaker membuat sesuatu yang unik dari Android N.

Menjalankan Aplikasi Android Tanpa Harus Memasangnya

instant_apps

Banyak perusahaan yang berusaha meningkatkan pengalaman browsing di ponsel. Seperti instant article milik Facebook dan Google AMP yang membuat web menjadi lebih ringan untuk dibuka.

Pada Google I/O Google mengumumkan pendekatan baru. Dimana pengguna Android dapat mencoba aplikasi tanpa harus menginstall nya terlebih dahulu. Google menyebutnya dengan Android Instant Apps.

Dalam sebuah demo Google memperlihatkan ketika pengguna mengklik link BuzzFeed, Google Play membuka bagian dari aplikasi BuzzFeed dan memutarkan video. Dalam demo lain sesorang dapat dapat berbelanja dan melakukan pembayaran melalui sebuah aplikasi ecommerce tanpa harus menginstall-nya. Cara ini tentu akan menarik minat pengguna agar mau memasang aplikasi.

Dilihat 433 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist