Stadia, Divisi dan Layanan Cloud Gaming dari Google

stadia

Pernahkah kamu membayangkan dimasa depan semua perangkat mampu memainkan game kelas atas AAA tanpa dibatasi dengan kamampuan seseorang membeli perangkat kerasnya dan dapat dimainkan kapanpun dimanapun. Inilah yang disebut dengan Cloud Gaming, jadi kamu tidak perlu membeli perangkat keras dengan GPU super mahal untuk bisa memainkan nya, tugas berat semuanya akan diolah dibagian server.

Sepertinya era Cloud Gaming ini sudah memasuki masanya. Google baru saja mengumumkan layanan cloud gaming nya yang disebut Stadia. Cara kerjanya, game disajikan malalui proses streaming kemudian cukup dengan input kontroller kamu bisa langsung memainkannya. Bahkan Google mengintegrasikan layanan ini dengan YouTube. Google mengatakan kamu bisa mencoba game dari video trailer yang kamu tonton di YouTube.

Menurut Google seperti dilansir dari TheVerge, setiap server Stadia menggunakan prosesor jenis x86 dengan kecepatan 2,7 GHz dengan RAM 16GB. Tapi bukan hanya prosesor melainkan GPU nya memilikin kemampuan komputasi 10,7 teraflops. Kabarnya GPU nya dikembangkan sendiri oleh AMD. Bayangkan kamu cukup memainkannya dengan grafis super cantik di perangkat seperti laptop atau bahkan smartphone kentang.

Jika dirujuk kebelakang Google Stadia mungkin bukan yang pertama meluncurkan layanan ini sebelumnya sudah ada Nvidia dengan Nvidia GeForce Now-nya yg saat ini masih beta. Kemudian ada PlayStation Now. Sementara Stadia ini merupakan cikal bakal dari Project Stream yang diuji coba oleh Google beberapa waktu yang lalu dan mendapat respon positif dari pengguna Beta.

Kontroler Stadia

Selain itu Google juga mengumumkan kontroler baru yang dapat digunakan untuk memainkan game Stadia. Menariknya kontroler ini dapat terintegrasi dengan Chromecast. Jadi kamu bisa memainkan game Stadia melalui TV. Kontrolernya sama persis dengan game kebanyakan namun hanya 2 tombol yang membedakan yaitu tombol Screenshot disebelah kanan yang nantikan kamu bisa share screenshot tersebut.

Sementara disebelah kanan ada tombol Google Assistant. Google mencontohkan kamu bisa melakukan multitasking dengan memerintah Google Assistant. Misalnya kamu kesulitan memecahkan misteri dalam game kamu bisa memerintah Google Assistant untuk mencarikan video walkthrough.

Ada 1 sentuhan menarik dari kontroller ini yaitu terletak dibagian belakang kontroller tersemat kode Konami.

Stadia Games and Entertainment

Untuk mendukung platform Stadia ini Google mengembangakn game studio sendiri. Yang nantinya studio ini akan menciptakan game yang mendukung penuh layanan Stadia. Selain itu Stadia Games dan Entertainment juga akan bekerja sama dengan developer pihak ketiga agar game nya dapat diintegrasikan dengan layanan Stadia. Developer bisa mengaksesnya di stadia.dev.

Google mengatakan saat ini sudah ada beberapa developer besar yang akan mendukung layanan ini yaitu 2K Game, Square Enix dan Ubisoft.

Kesimpulan

Stadia menjadi terobosan menarik dari industri gaming. Namun sepertinya ini baru siap untuk negara dengan kecepatan internet yang cukup cepat. Tapi sekarang mungkin momentum yang tepat, apalagi ketika di Mobile World Congress di Barcelona beberapa waktu yang lalu. Teknologi 5G menjadi topik yang paling deras selain smaartphone lipat. Untuk Indonesia akan butuh beberapa tahun lagi untuk menikmati 5G.

Kembali ke Stadia, Google mangatakan layanan ini diawal-awal akan diluncurkan di US, Kanada, Inggris dan Eropa. Ya mungkin karena disana lebih siap dengan infrastukturnya. Untuk dinegara lain belum ada informasi lebih lanjut.

Dilihat 555 kali

Related Posts

About The Author

From developer, become tech journalist